dunia TIK endonesah semakin didesak untuk aplikatif, impulsi teknologi saat ini menjadi out of control. depkominfo sbg regulator sdh ketinggalan banyak langkah, para pakar nasionalis ditekan untuk bekerja lbh giat.
.itulah hasil kesimpulan rapat dg mereka…….
.
baru saja digulirkan pentingnya undang2 cybercrime, undang2 micropayment, undang2 e-govt, undang2 lain terkait TIK,… nasib bangsa proletar ini, selalu harus “aplikatif”.
sungguh ironi, satu sisi kita masih bicara “standar kita”, “rakyat kita”, satu sisi, desakan agar segera meratifikasi aturan2 yg mau-tidak-mau, kita hanyalah target konsumen !
.
kita cuma jd “konsumen terbesar nokia”, pdhal itu sdh dikurangi besarnya produk yg ilegal, masih terbesar ! kpn dong bangsa ini bisa berteriak lantang “milik kami” ??? kita ini cuma jd konsumen terbesar, diperas oleh ‘mereka’ !!! tetap bangsa “termiskin di dunia” !!!
.
udah rapat 7 hari 7 malam !

40 hari 40 malam !
.
jadi kpn dong “produk kita” bersuara ???
we can not stop the technology, we just can protect it, sir !!!