Islam adalah agama yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul. Dimulai dari Nabi Adam a.s. dan Nabi Muhammad saw. menjadi penutup seluruh risalah. Allah swt. menegaskan hal ini melalui lisan para nabi. Misalnya dari lisan Nabi Nuh a.s. sendiri kita mendapat informasi bahwa Allah menyuruhnya menjadi muslim. “… dan aku disuruh supaya tergolong menjadi orang-orang yang berserah diri kepada Allah (muslim).” (Yunus: 72)

Hal yang sama juga keluar dari lisan Nabi Ibrahim dan Isma’il. “Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua sebagai orang-orang yang berserah diri kepada-Mu (muslim)….” (Al-Baqarah: 128). Dan, agama Islam-lah yang diwasiatkan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya. “Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama (Islam) untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaaan tetap memeluk agama Islam.” (Al-Baqarah: 132).

Nabi Musa a.s. pun menekankan hal yang sama kepada para pengikutnya. “… maka hendaklah hanya kepada-Nya kamu bertawakal jika kamu benar-benar muslim (orang yang berserah diri kepada-Nya).” Karena itu tak heran jika Nabi Yusuf a.s. sangat berharap mati dalam keadaan Islam. “… wafatkanlah aku sebagai seorang muslim, dan gabungkan aku bersama orang-orang yang shalih.” (Yusuf: 10).

Itu juga yang diminta diminta para ahli sihir Fir’aun yang bertaubat dan beriman kepada Allah saat kalah melawan Musa a.s. lalu dihukum salib oleh Fir’aun. “Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam (berserah diri sepenuhnya kepada-Mu).” (Al-A’raf: 126).

Hawariyin (pengikut setia Nabi Isa a.s.) pun menegaskan identitas keimanan mereka sebagai orang Islam. “Kami beriman kepada Allah dan kami bersaksi sesungguhnya kami adalah muslim (orang-orang yang berserah diri).” (Ali Imran: 52).

Ratu Saba’ menegaskan hal yang sama bahwa ia telah beriman kepada Allah dan telah menjadi seorang muslimah. Wa aslamtu ma’a Sulaiman lillahi rabbil alamiin “… dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam.” (An-Naml: 44)

Rasulullah saw. menegaskan bahwa agama para nabi dan rasul adalah satu: Islam. “Nabi-nabi itu bersaudara lain ibu. Ibunya berbeda-beda, tetapi agamanya satu,” begitu kata beliau. Wa diinuhum waahidan yang dikatakan Rasulullah saw. adalah sesuai dengan apa yang ditegaskan oleh Allah swt. dalam Al-Qur’an. “Dia telah mensyariatkan agama kepadamu, sebagaimana yang diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan yang telah diwahyukan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah kamu bercerai-berai di dalamnya….” (Asy-Syura: 13).

Kedamaian hidup manusia sangat ditentukan oleh penyerahan dirinya secara total kepada Allah swt. Karena itu, Allah tidak membiarkan satu umat pun tanpa didatangi rasul. “… dan setiap umat mempunyai seorang pemberi peringatan” (Al-Fathir: 24). “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (yang menyeru) sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut…” (An-Nahl: 36). “Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa mereka, agar ia dapat memberi penjelasan yang terang kepada mereka…” (Ibrahim: 4).

Rasululah saw. pernah menjelaskan kedudukan umatnya terhadap umat-umat nabi sebelumnya. Kata beliau, “Kamu sekalian menyempurnakan 70 umat, dan kamu adalah yang sebaik-baik dan semulia-mulia umat di sisi Allah.” (Tirmidzi).

Jadi, sangat keliru jika ada yang berasumsi bahwa para rasul hanya diutus kepada umat tertentu saja dan di kawasan lain tidak pernah diutus rasul. Sebab, secara tegas Allah menyatakan kepada semua umat manusia telah sampai risalah dan ada rasul di antara mereka.

090105-bernard-madoff-hmed-2phmedium

(photo MSNBC)
Meskipuun bangkrut, dan menyebabkan banyak orang bunuh diri, Madoff tetap tersenyum. Dengan tenangnya, Madoff mengakui bahwa dia memang telah menipu semua klien-nya.
HEBAT.

Adalah Bernard Madoff yg melakukan penipuan dg metoda Ponzi. Madoff tercatat pernah memimpin Nasdaq Stock Market, dan kemudian mendirikan Bernard L. Madoff Investment Securities LLC. Perusahaan inilah kemudian yg kemudian mengalami kebangkrutan lebih dari 50 milliar US dollar.

Tak tanggung-tanggung, yg tertipu oleh Madoff adalah perusahaan-perusahaan besar spt Fortis, Access International, Ascot Partners, Tremont Broad Market Fund, Maxam Capital, BNP Paribas (Perancis), Grupo Santander (Spanyol), Unicredit (Italy), Pioneer Investment (Dublin),  Man Group (London), Nomura (Jepang).

Thierry de la Villehuchet (65) Kepala Eksekutif Access International, ditemukan bunuh diri di kantornya di Manhattan, New York pada Selasa (23/12) pagi, dengan beberapa pil berserakan di sekitarnya dan lengannya disayat. Villehuchet mengelola dana investasi nasabah Eropa senilai 2 miliar euro atau 2,79 miliar dollar, yang tiga perempat dana tersebut telah ditanam pada Madoff saat skandal itu terbongkar pada awal bulan ini, kata sebuah sumber yang dekat dengan manajer dana investasi itu. “Villehuchet merasa ‘hancur’ dan mengkhawatirkan para nasabah akan menyeret dirinya ke pengadilan,” kata sumber itu.

Madoff adalah salah seorang donor partai Demokrat, dimana Presiden Obama menjadikannya kendaraan politik hingga terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Madoff mengelola kelompok Yahudi yg tergabung dalam yayasan University’s Sy Syms School of Business.

Yang membuat saya heran adalah peran perusahaan-perusahaan auditor, akuntan besar yg berada dibalik semua transaksi Madoff dan klien-nya: KPMG, PricewaterhouseCoopers, BDO Seidman, dan McGladrey & Pullen adalah nama-nama besar yg sangat diagung-agungkan di dunia keuangan. tapi TERTIPU oleh Madoff

Citigroup, yg saat ini mayoritas sahamnya dimiliki Pangeran Al-Walid Bin Talal, mengumumkan kebangkrutannya. Tak tanggung-tanggung, baru setahun membeli CitiGroup, Al-Walid sudah merugi 4 Milliar Dollar…

Lehman Brothers, mengalami kebangkrutan sebesar 639 miliar US Dollar.

BNP Paribas, dan banyak lagi perusahaan keuangan besar lainnya…
Di dalam Negeri, Abu Rizal Bakrie, donor terbesar presiden SBY, yg dinyatakan sebagai orang terkaya no.1 di Indonesia tahun 2008, juga mengalami kebangkrutan hebat di 2008. Tapi tidak mengurangi kekayaannya… nah, uangnya dapet dari mana ya?

==============================
Yang menjadi catatan saya ;

  1. Saya ingin melihat apa yg akan dikatakan oleh orang-orang Indonesia yg beberapa waktu lalu tampaknya bangga dengan Barrack Obama, ketika kelak Obama menunjukkan jati dirinya yg sesungguhnya.
  2. Jawaban apa yg akan diberikan oleh China, sebuah negara yg selama ini sangat direndahkan oleh Amerika Serikat sbg negara termiskin di dunia, ketika China sebentar lagi MENOLAK pinjaman AS sebesar 100 MIliar US dollar.
  3. Apakah sistem keuangan global adalah pilihan yg tepat, jika ternyata; PERUSAHAAN KEUANGAN TERPERCAYA, AUDITOR DAN AKUNTAN TERPERCAYA, dapat ditipu oleh seorang Madoff.
  4. Perdagangan global tampaknya adalah sebuah skenario salah langka Amerika, karena ternyata China melarang produk luar negeri masuk ke negaranya, dan terus meningkatkan ekspor ke Amerika dan Eropa. Embargo apa yg hendak dipilih? Karena China sudah punya semuanya. Hell the Fuck Embargo !
  5. Kapan Indoensia akan menutup semua perdagangan Natural Resource ke luar negeri? Kalau saja ada seorang Calon Presiden yang menjanjikan hal itu, untuk pertama kalinya, saya akan mengikuti PEMILU !!!

Sumber ; Yahoo, MSNBC, Time, Kompas, CNN, Wikipedia.

yvonne

Siapa saja boleh bermimpi, termasuk orang-orang dg keterbatasan fisik dan mental. Karena mimpi adalah sebuah harapan yg seharusnya menjadikan kita mampu berbuat lebih baik, merubah keadaan dengan segala daya dan upaya yg ada.

Namun, seringkali, lingkungan adalah rintangan terbesar dalam mewujudkan mimpi. Ketidak-siapan mental (pikiran dan emosi), sebagai faktor lingkungan internal yang paling krusial, paling penting diantara faktor lingkungan yg lainnya.

Faktor lingkungan lainnya yg saya maksudkan adalah situasi yg harus dihadapi pada saat itu, real-time conditions. Ketidak-siapan menghadapi perubahan dan kenyataan yg tidak sesuai dg rencana dan angan-angan.

Menurut saya, sah-sah saja jika seseorang mempunyai perilaku ganda, -dalam kadar tertentu-. Karena sebaiknya kita tetap tersenyum, meskipun masalah berat menimpa kita. Tapi, tidak sampai jauh, hingga harus mempunyai kehidupan ganda.

Sering kita ketahui, ternyata banyak pelawak yg menmpunyai masalah dg keceriaan hidupnya. Hal ini karena adanya tuntutan untuk tampil lucu dan lingkungan kehidupannya yg sebenarnya banyak diliputi MASALAH YG TAK TERPECAHKAN.

Dalam ilmu beladiri/tenaga dalam, sering kita dengar kundalini. Yaitu energi dalam yang mempengaruhi kita. Pada seseorang yg mengalami gangguan bipolar, kundalini ini bersifat protektif terhdapa lingkungan luar. Oleh karena itu sering kita lihat, orang gila yg telanjang, tapi tidak pernah masuk angin.

Masalah yang tidak terpecahkan, bagaimanapun juga akan terus membayangi kehidupan kita. Akan bersifat menghalangi terhadap energi lain yang akan masuk kedalam diri kita. Secara mudah, sering kita dengar nasihat Feng-Shui, agar membuang barang-barang yg tidak terpakai, biar tidak mengahalangi Chi…

Lingkungan yg terus berubah, adalah kenyataan yg harus kita hadapi. Dan mampu kita jadikan sebagai peluang untuk merubah diri kita, menyesuaikan diri dengan keadaan. Dalam relativitas energi, dimana energi tidak akan hilang, tapi berubah kedalam bentuk yg lain.

Bayangkan, jika kita tidak bisa merubah energi dalam diri kita. Kita bersifat protektif terhadap perubahan lingkungan yang merupakan perubahan energi. Maka akan terjadi kerusakan, yang rusak adalah EMOSI. Dengan mudahnya kita sebut GILA.

Mesin saja perlu ganti oli. Jantung saja perlu pergantian udara. Dan jiwa kita juga perlu melakukan pergantian energi.

Tidak kongruen-nya mimpi, cita-cita, dan adapatasi lingkungan, adalah penyebab terjadinya gangguan bipolar. Dalam bahasa orang jawa sering kita dengar NERIMO. Apa yang ada saat ini adalah kenyataan yg sungguh-sungguh terjadi, dan harus kita terima.

Dan sikap menyadari apa yg terjadi saat ini, adalah sebuah karakteristik terhadap MENYADARI KEADAAN untuk merubahnya menjadi peluang. Memanfaatkan energi yang ada di sekitar kita untuk menjadi kekuatan. Lihatlah sekitar kita, jadikan semuanya sebagai peluang.

Dharma Chakra.

Astronomi
=====================
Greenwich Mean Time (GMT) tidak lagi relevan jika proposal untuk mendefinisikan ulang bagaimana waktu diukur diterima, demikian diingatkan seorang sejarawan pada Observatorium Kerajaan di Greenwich, Inggris. Seperti diketahui, garis meridian yang melalui Greenwich di bagian tenggara London menjadi acuan waktu dunia sejak 1884. Para ilmuwan Inggris percaya bahwa aturan meridien untuk mengatur waktu di seluruh dunia sedang terancam.

Pemilihan tersebut dimulai setelah penelitian 200 tahun sebelumnya yang dilakukan oleh John Flamsteed, astronom Kerajaan Inggris pertama yang mengukur bahwa Bumi berotasi terhadap poros selama 24 jam. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa waktu dapat didefinisikan melalui posisi matahari terhadap titik di Bumi, dalam hal ini meredien yang melalui Greenwich. Melenceng !

Belakangan diketahui bahwa rotasi Bumi ternyata sedikit melambat. Sejak 1972, anomali tersebut diperbaiki dengan menambahkan lompatan detik sesuai kebutuhan. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka menginginkan pemisahan waktu dari rotasi alami Bumi, atau kita akan semakin terpisah dari astronomi dan dunia setiap tahun berjalan,” katanya. “Hal tersebut berarti sejauh penentuan waktu dapat dilakukan, garis meridien menjadi tidak sesuai lagi,” katanya.

“Astronom adalah orang yang sangat membutuhkan skala waktu akurat,” katanya, “Contohnya, dalam bidang radio astronomi, kami membutuhkan jam yang sangat teliti untuk memastikan bahwa sinyal-sinyal dari teleskop dan bagian alam semesta datang bersamaan sehingga dapat ditentukan dengan tepat. Jadi, bagi kami, hal tersebut sangat berarti.” Tanpa lompatan waktu, para astronom akan kehilangan jejak bintang-bintang yang sangat jauh dan jejak wahana luar angkasa. Melencengnya waktu juga akan berpengaruh pada navigasi terhadap permukaan Bumi.

Di antara yang menolak ide tersebut adalah Daniel Gambis yang bekerja untuk Earth Rotation Service. Tugasnya menentukan kapan harus menambahkan lompatan waktu. Ia menunjukkan bahwa selama berjalannya waktu, waktu di Bumi secara perlahan tidak sinkron dengan matahari. “Bagi saya, akan menjadi masalah jika matahari terbit pada pukul 4 sore, atau di waktu lain seperti siang hari atau tengah malam,” lanjutnya.

Fisika Elektronik.
================
Dalam sistem spektrum tersebar runtun langsung (direct sequence spread spectrum, DSSS) semua pengguna menempati lebar bidang yang sama pada waktu yang sama tetapi dengan runtun atau sandi unik yang saling ortogonal. Isyarat informasi dimodulasi langsung oleh runtun PN dan menghasilkan isyarat yang memodulasi gelombang pembawa bidang lebar. Dua runtun x dan y dikatakan ortogonal jika korelasi silangnya (cross correlation) Rxy (0) selama periode T adalah nol.
1
Dalam waktu diskret, dua runtun x dan y dikatakan ortogonal jika perkalian silangnya (cross product) Rxy
(0) adalah nol.
21

Lompatan Frekuensi (Frequency Hopping, FH)
Pada spektrum tersebar lompatan frekuensi (frequency hopping spread spectrum, FHSS), frekuensi pembawa yang memodulasi isyarat informasi tidaklah konstan melainkan berubah secara periodis. Selama interval waktu tertentu frekuensi pembawanya tetap, tetapi setelah itu pembawa melompat ke frekuensi lain (atau mungkin juga ke frekuensi yang sama). Pola lompatan atau perpindahan frekuensi pembawa ini ditentukan oleh runtun PN. Sebuah set frekuensi yang dapat digunakan pembawa disebut set lompatan (hop set).
Penggunaan frekuensi sebuah sistem lompatan frekuensi sangat berbeda dengan sistem runtun langsung. Sistem runtun langsung menggunakan seluruh bidang frekuensi ketika melakukan transmisi, sedangkan sistem lompatan frekuensi hanya menggunakan sebagian kecil lebar-bidang ketika melakukan transmisi, tetapi lokasinya berubah terhadap waktu.

Lompatan Waktu (Time Hopping, TH)
Pada sistem spektrum tersebar lompatan waktu (time hopping spread spectrum, THSS), isyarat data ditransmisikan dalam semburan cepat (rapid burst) pada setiap interval waktu yang ditentukan runtun PN. Sumbu horisontal dibagi-bagi menjadi interval yang disebut frame dan setiap frame dibagi lagi menjadi M buah slot waktu (time slot). Slot waktu pada suatu frame dipilih oleh pembangkit runtun PN. Semua pesan dikumpulkan dalam sebuah frame sebelum dikirimkan dalam derau pada slot waktu yang dipilih.

==============
Dari kajian ilmiah diatas, justru meninggalkan beberapa pertanyaan yang terus berputar di kepala saya. Berarti ada kemungkinan, manusia bisa melakukan lompatan waktu. Asalkan frekuensinya cocok, dan ada faktor pendukung lainnya, maka mungkin manusia bisa melakukan transformasi waktu.

Masih terkait dengan kekuatan Otak dan Jiwa yang memancarkan energi secara langsung itu, saya kira menarik untuk membicarakan hipnotisme. Kebetulan, ketika sedang dalam proses penulisan ini, di sebuah stasiun televisi ada tayangan acara hipnotisme. Pemain utamanya adalah Romy Rafael.

Apa yang dia sajikan, saya kira sangat menarik untuk kita simak, karena memberikan contoh secara langsung apa yang saya maksudkan dengan kekuatan otak alias Jiwa seseorang.

Romy dengan sangat piawai menunjukkan kekuatan Jiwanya lewat hipnotis. Setiap kali akan menghipnotis seseorang, dia selalu meminta orang itu untuk berproses ke arah tidur. Saat itulah, gelombang otak seseorang menurun dari gelombang Beta (di atas 13 Hz) menuju gelombang Alfa (8-13 Hz), lantas menjadi gelombang Teta (4-7 Hz) atau bahkan lebih rendah lagi menuju gelombang Delta (0,5 – 3,5 Hz).

Seiring dengan itu, kesadaran seseorang mengalami penurunan terus. Dan, pengaruh luar akan menjadi kekuatan yang bisa mendominasi mekanisme otak seseorang. Apalagi, jika pengaruh luar itu begitu kuat dan terlatih seperti Romy Rafael. Tiba-tiba ia bisa ‘membajak pikiran’ si korban hipnotisme tersebut. Dan, mengendalikan bawah sadarnya, mengikuti segala perintah yang ‘dikirimkan’ oleh Romy secara radiasi.

Alam bawah sadar berada di dalam sistem limbik otak kita. Ia bekerja tidak berdasarkan rasio atau lewat Hippocampus, melainkan lewat amygdala secara emosional, dan kemudian masuk ke dalam memori bawah sadar.

Dari sinilah persepsi orang yang terhipnotis itu terjadi. Alam bawah sadarnya telah bisa dikontrol oleh gelombang otak yang dipancarkan Romy. Maka, apa saja yang diperintahkan oleh Romy tidak bisa dilawan oleh rasionya.

Alam bawah sadar tidak mengenal baik dan buruk, pantas atau tidak pantas, bermanfaat atau tidak bermanfaat. Berbeda dengan rasio yang bekerja berdasarkan mekanisme ‘membandingkan’ dengan suatu sistem nilai tertentu. Memori ‘Bawah Sadar’ hanya bersifat menerima informasi apa adanya.

Ini mirip dengan mekanisme munculnya emosi yang juga lewat amygdala. Seseorang yang sedang emosi tidak pernah berpikir apakah emosinya itu merugikan atau menguntungkan, baik atau buruk. Karena amygdala memang bukan bekerja berdasarkan rasio (hippocampus). Ia bekerja berdasarkan yang ia mau.

Karena itu, orang yang sedang dilanda emosi tinggi dikatakan sedang dalam keadaan tidak sadar. “Dia sedang tidak sadar. Dia masih emosional.” Demikianlah kata orang-orang di sekitar kita.

Ketika pengaruh amygdala-nya sudah turun, dan kemudian hippocampus nya berfungsi lagi orang tersebut akan menjadi sadar. Dan sistem limbik pun bekerja secara seimbang kembali, antara emosi dan rasionya.

Kembali kepada orang yang sedang dihipnotis, rasionya tidak jalan. Seluruh tingkah lakunya, pada waktu itu, dikontrol dan ‘dibajak’ oleh amygdala. Dan amygdalanya dikontrol oleh memori bawah sadar yang sudah dikuasai oleh Romy.

Karena itu, orang yang sedang dihipnotis mau melakukan apa saja, meskipun kadang hal-hal yang memalukan. Persepsi yang berfungsi bukan lagi persepsinya selama ini, melainkan persepsi yang ditanamkan oleh penghipnotis. Ada yang mau menirukan tingkah laku binatang, ada yang merayu alat pembersih lantai seakan-akan ia wanita, ada yang berjoget ala india tanpa disadarinya, ada yang ketakutan seperti dikejar macan, dan lain sebagainya.

Bahkan, ketika dihipnotis itu, seseorang bisa melupakan rasa sakit pada badannya. Karena itu, dulu sebelum obat bius ditemukan, pembiusan untuk tujuan operasi pembedahan dilakukan dengan menghipnotis si pasien. Ia bakal kehilangan rasa sakitnya lewat mekanisme hipnotisme.

Intinya, hipnotis mampu ‘merebut’ fungsi otak sadar seseorang menjadi dikendalikan oleh mekanisme bawah sadarnya. Dia masih bisa menggunakan matanya, pendengarannya, dan seluruh panca indera serta organ-organ lainnya, tapi persepsi dan imajinasinya dikendalikan oleh memori bawah sadar, yang dipengaruhi dari luar dirinya.

Mekanisme ini juga mirip dengan mekanisme orang kesurupan. Ketika kondisi kesadaran seseorang mulai menurun seiring dengan turunnya mekanisme rasionalnya, maka alam bawah sadarnya bisa dibajak oleh kekuatan lain, lewat mekanisme amygdala.

Orang kesurupan, bisa dikatakan sedang ‘dihipnotis’ oleh jin. Dia bisa melakukan apa saja, yang diperintahkan oleh si jin kepadanya. Meskipun itu hal-hal yang memalukan atau sesuatu yang di luar akal warasnya. Bahkan terkadang, orang yang kesurupan itu memiliki kekuatan di luar sewajarnya. Semua itu sebenarnya adalah kekuatan bawah sadarnya sendiri yang telah dikuasai oleh ‘gelombang’ lain dari luar sistem otak sadarnya.

Kekuatan semacam itu memang bisa muncul dari alam bawah sadar seseorang, meskipun ia tidak sedang kesurupan. Contohnya, orang yang lari ketakutan dikejar anjing. Tiba-tiba saja ia bisa melompati sungai yang lebar atau tembok yang tinggi untuk menghindari kejaran anjing. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi ketika dia sedang dalam kondisi sadar.

Artinya, dalam diri manusia ada suatu kekuatan atau energi yang besar, yang dikontrol oleh alam bawah sadarnya. Semua itu tersimpan di dalam struktur otak. Dan lebih istimewa lagi, di balik otak itulah keberadaan Jiwa.

Kehebatan otak kita juga telah ditunjukkan oleh kejadian hinoptisme lainnya. Suatu ketika, Romy meminta seorang wanita untuk menebak lembaran yang disobek dari sebuah buku kamus miliknya.

Awalnya, si wanita yang sudah dihipnotis itu disuruh membuka lembaran-lembaran kamus itu secara sepintas. Setelah itu, ia ‘ditidurkan’ oleh Romy. Di lain pihak ada seseorang yang disuruh merobek Salah satu lembaran yang ada di dalam buku tersebut. Kemudian disuruh menyimpannya tanpa mengetahui nomer halaman yang sobek.

Setelah itu, si wanita pemilik buku tersebut ‘dibangunkan’, dan disuruh untuk menebak nomer halaman buku yang dirobek. Dan ternyata, dia bisa menebak dengan tepat meskipun hanya melihat buku secara sepintas!

Ini menunjukkan, bahwa otak kita sebenarnya bisa melakukan monitoring dan scanning terhadap kejadian di sekitarnya secara radiasi elektromagnetik. Tidak hanya lewat sensor panca indera.

Meskipun sedang memejamkan mata atau menutup telinga, seseorang sebenarnya tetap memperoleh informasi dari sekitarnya lewat pancaran gelombang elektromagnetik yang masuk ke otaknya lewat sistem indera ke enamnya…

Kekuatan terbesar seorang manusia tersimpan di dalam Jiwanya. Dibandingkan dengan kekuatan yang ada pada badan atau ototnya, Jiwa memiliki kekuatan yang jauh lebih menakjubkan. Dan secara lahiriah, kekuatan Jiwa itu ditampakkan lewat kekuatan otaknya.

Kalau diukur secara bertingkat, kekuatan otot adalah yang paling ‘kasar’ dan ‘lemah’ dibandingkan dengan potensi lain di dalam dirinya. Meskipun, fisik seseorang itu kekar dan kuat, ia akan kalah dengan kekuatan otak. Kekuatan otak adalah kekuatan Jiwa. Maka, yang lebih kuat, dibandingkan dengan kekuatan fisik adalah kekuatan Jiwa.

Kekuatan Jiwa memiliki berbagai dimensinya, yang akan kita bahas dalam bagian ini. Tetapi, kekuatan Jiwa bukanlah yang tertinggi dalam diri seorang manusia. Ia masih kalah dengan kekuatan Ruh. Ruh memiliki ‘kekuatan’ yang jauh lebih besar sebab ia adalah unsur Ketuhanan. Bukan unsur kemanusiaan.

Karena itu, dalam konteks pembahasan kita kali ini, saya tidak akan masuk terlalu dalam untuk mendiskusikan tentang Ruh. Ia adalah misteri terbesar dalam kehidupan manusia, yang kategorinya lebih cenderung kepada ‘unsur Keilahian’.

Manusia memiliki kekuatan dahsyat yang tersimpan di dalam jiwanya. Banyak cara untuk mengetahui kekuatan Jiwa. Sebagiannya telah kita singgung di depan, yaitu mengukur lewat karya-karya pemikiran seseorang. Mulai dari karya-karya seni dan sastra sampai pada teknologi mutakhir yang menakjubkan. Di situlah kita bakal mengetahui seberapa hebat kekuatan Jiwa yang ada di baliknya.

Namun, selain itu ada cara yang terkait dengan aktivitas kelistrikan otak, yang juga menggambarkan betapa hebatnya kekuatan Jiwa yang terpancar lewat gelombang otak seseorang.

Sebagaimana, saya singgung di depan, bahwa ternyata otak memiliki aktivitas elektromagnetik. Karena itu aktivitas otak bisa diukur kelistrikannya dengan menggunakan Electric Encephalo Graph (EEG) atau secara kemagnetan dengan menggunakan Magnetic Encephalo Graph (MEG).

Dua tahun terakhir ini perkembangan pemanfaatan gelombang elektromagnetik otak maju sangat pesat. Akhir tahun 2004 yang lalu, seorang peneliti di Wardsworth Centre, New York, Prof Jonathan Wolpaw, mengumumkan hasil penelitiannya yang sangat menarik tentang Brain Computer Interface (BCI).

Dia telah berhasil membuat alat yang bentuknya seperti topi helm. Topi ini berisi peralatan yang bisa menangkap sinyal-sinyal otak yang terpancar dari dalam batok kepala seseorang yang mengenakannya. Bahkan dalam skala yang lebih luas dibandingkan dengan yang dilakukan oleh peneliti di Cyberkinetics yang menanam chip di kulit otak, yang hanya bisa menangkap sinyal dari maksimal 150 saraf.

Topi itu memungkinkan untuk menangkap sinyal dari permukaan otak yang lebih luas. Sehingga bisa menggambarkan fungsi otak yang lebih komplet, termasuk bisa menerjemahkan fungsi-fungsi luhur seseorang. Di tahun-tahun mendatang kita akan menyaksikan betapa rahasia otak dan jiwa akan semakin terkuak secara lebih transparan.

Ini sebetulnya memberikan petunjuk kepada kita, bahwa otak kita berfungsi sebagai pemancar gelombang elektromagnetik. Dan, pancaran gelombang elektromagnetik itu dimiliki oleh manusia secara universal. Bahkan, bukan hanya pemancar, otak kita juga berfungsi sebagai receiver alias penerima gelombang elektromagnetik.

Selain lewat saraf-saraf sensorik seperti panca indera, otak kita sebenarnya bisa melakukan interaksi secara langsung lewat mekanisme radiasi elektromagnetik. Sebab, ia memang memiliki pemancar dan receiver. Persis seperti ketika kita ngobrol antar breaker, Orari. Cuma, tanpa peralatan. Langsung menggunakan ‘sirkuit otak’ secara alamiah.

Salah satu contoh yang paling nyata barangkali adalah telepati. Setiap kita sebenarnya bisa melatih diri untuk bisa berbicara secara telepati. Ini adalah cara, dimana seseorang bisa berbicara dengan orang lain tanpa menggunakan suara melainkan lewat gelombang otak. Orang awam mengatakan berbicara ‘dari hati ke hati’ artinya menggunakan bisikan hati, tanpa bersuara.

Bagaimanakah hal itu bisa terjadi? Sebenarnya sederhana saja. Semua itu bisa terjadi karena otak memiliki aktivitas elektromagnetik, yang terpancar secara radiatif keluar batok kepalanya. Bagaikan antena radio atau televisi. Dan, sekaligus bisa menerima getaran elektromagnetik dari orang lain. Dimanakah antena pemancar dan penerima itu berada? Pemancarnya ada di dalam batok kepala kita, sedangkan penerimanya berintegrasi dengan organ jantung.

Sebenarnya jantung adalah bagian dari sistem penerima (receiver) gelombang otak. Tapi, tidak berdiri sendiri. Sebagaimana juga indera yang lain.

Katakanlah mata, ia adalah bagian dari sistem saraf sensorik yang menuju ke otak. Tugas mata adalah menangkap getaran gelombang cahaya untuk diteruskan oleh sistem saraf penglihatan menuju pusat penglihatan di otak.

Demikian pula pendengaran, ia adalah bagian dari sistem saraf pendengaran yang juga berpusat di otak. Aroma yang tertangkap oleh ujung-ujung saraf penciuman dikirim sebagai sinyal-sinyal listrik menuju otak.

Demikian pula dengan jantung alias hati. Ia adalah bagian dari sistem ‘pemahaman’. Fungsi jantung, selain sebagai alat pompa darah, ia juga memiliki kepekaan terhadap penerimaan getaran gelombang elektro magnetik.

Karena itu, sistem kelistrikan jantung sangat terkait erat dengan aktivitas kelistrikan otak. Jika otak memberikan sinyal gembira, maka kelistrikan jantung akan ikut menyesuaikan, sehingga denyut jantung pun ikut ‘gembira’. Sebaliknya, jika otak mengirimkan sinyal kesedihan, denyut jantung akan ikut menggambarkan kesedihan.

Tapi, jantung memang tidak berdiri sendiri sebagai ‘sensor pemahaman’. Dia hanya berfungsi sebagai sensor penangkap getaran. Pusat pemahamannya tetap berada di otak. Jantung hanya menjadi salah satu simpul mekanisme elektromagnetik tersebut.

Tidak seperti sensor mata, atau telinga, atau hidung yang terhubung dengan serabut saraf menuju otak, sistem ‘jantung otak’ dalam konteks ‘sensor kefahaman’ ini terjalin lewat radiasi elektromagnetik.

Kelistrikan jantung yang bisa berfungsi secara otonom ikut memberikan gambaran tersebut. Di dalam jantung ada sekelompok sel yang bisa menghasilkan kelistrikan secara otomatis. Posisinya ada di atrium kanan jantung, dekat muara vena cava superior dan inferior. Sel-sel khusus yang bergetar secara otomatis dengan frekuensi 72 getaran per menit itu berfungsi sebagai pace maker, dan frekuensinya meningkat atau menurun secara otomatis seiring dengan kebutuhan pemompaan jantung.

Rangsangnya berasal dari luar saraf eksternal jantung. Ketika, kondisi tubuh membutuhkan aliran darah yang lebih banyak, denyut jantung akan meningkat, sesuai permintaan. Begitu pula sebaiknya, jika kondisi badan melemah, ia akan merangsang jantung untuk berdenyut lebih pelan.

Selain, kelistrikan otomatis itu, jantung ternyata juga memancarkan kemagnetan. Ini seperti yang terjadi di otak. Medan kemagnetan jantung besarnya sekitar 5 x 10 (-11) Tesla, atau sekitar 1/1 miliar kali medan magnet bumi.

Pengukuran kemagnetan jantung kini bisa dilakukan dengan menggunakan alat MCG (Magneto Cardio Graph). Pasiennya dimasukkan ke dalam ruang kedap medan magnet berlapis 5, lantas dilakukan pengukuran selama kurang dari 1 menit. Maka, terukurlah kemagnetan jantung seseorang.

Sedangkan kemagnetan otak besarnya hanya sekitar 10 (-13) Tesla, pada saat otak dalam kondisi ‘terjaga’, yaitu pada saat otak memancarkan gelombang alfa di frekuensi 8 – 13 Hz. Berarti sekitar seper lima ratus kemagnetan jantung. Itu terjadi saat seseorang dalam kondisi rileks.

Sayangnya, pengukuran kekuatan elektromagnetik otak dan jantung ini belum bisa menyibak rahasia yang ada di balik informasi di dalamnya. Yang terukur lewat alat-alat itu hanyalah kuat gelombang dan frekuensinya, tapi bukan ‘makna’ yang tersimpan di dalamnya. Padahal sebenarnya ‘energi makna’ jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan energi elektromagnetik.

Kekuatan energi sebanding dengan tingkat kehalusan gelombangnya. Semakin tinggi frekuensi, semakin tinggi pula energi. Semakin kasar gelombang nya, semakin rendah pula energinya.

Contoh, energi mekanik adalah energi yang paling kasar. Maka, kekuatan yang dihasilkan oleh energi mekanik masih kalah dengan kekuatan yang dihasilkan energi listrik atau energi kimiawi. Tapi energi listrik atau kimiawi bakal kalah dengan energi atom atau nuklir. Sedangkan energi nuklir bisa kalah oleh energi ‘Makna’.

Energi ‘makna’ itulah yang tersimpan di dalam Al-Qur’an. Yang oleh Allah dikatakan bisa menghancurkan gunung. Bahkan orang mati pun dapat berbicara kembali karenanya, dengan seizin Allah. Itu difirmankanNya dalam beberapa ayatNya.

QS. Al Hasyr (59) : 21
Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

QS. Ar Ra’d (13) : 31
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al-Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Dua ayat di atas menggambarkan betapa dahsyatnya energi makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Energi yang bisa menghancurkan gunung atau mengidupkan orang mati. Secara tersirat Allah menggambarkan betapa Energi Makna itu lebih dahsyat dari energi kimiawi dan energi atomik, yang mengikat material penyusun gunung.

Sebagaimana kita ketahui, gunung tersusun dari atom-atom yang mengikatkan diri menjadi molekul, dan kemudian membentuk batu-batuan penyusun badan gunung. Ternyata energi ikat yang menyatukan atom dan molekul-molekul itu bisa tercerai-berai akibat Energi Makna yang dikenakan padanya.

Dalam diskusi yang dulu, saya pernah menjelaskan, bahwa manusia yang bergerak dengan kecepatan tinggi (mendekati kecepatan cahaya) badannya juga bisa tercerai berai menjadi atom-atom. Atau bahkan menjadi pertikel-partikel sub atomik. Ini disebabkan, energi ikat partikel-partikel itu kalah oleh energi yang timbul akibat kecepatan tersebut.

Dalam peristiwa yang berbeda, ‘Energi Suara’ juga bisa difokuskan untuk menghancurkan onggokan benda tertentu. Kalau ada suara dengan intensitas dan frekuensi yang dipusatkan kepada suatu benda, maka suatu ketika benda itu bisa hancur. Karena kekuatan ikatan molekul-molekulnya kalah oleh energi suara yang dihasilkan.

Secara tidak langsung, hal itu terbukti pada kejadian ‘sonic boom’ alias ‘bom suara’ Biasanya, terjadi ketika ada sebuah pesawat jet terbang sangat rendah. Jika di dekatnya ada rumah berkaca, maka seringkali terjadi kaca-kaca rumah itu hancur terkena getaran suara yang sangat keras dari mesin jet. Kaca-kaca itu hancur disebabkan oleh suara jet dengan intensitas sangat tinggi yang ‘menghantam’ kaca-kaca tersebut. Kejadian semacam sonic boom itu juga digambarkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, bahwa gelombang suara bisa memiliki energi besar yang bersifat menghancurkan, dan mematikan.

QS. Huud (11) : 67
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

QS. Huud (11) : 94
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

QS. Al Hijr (15) : 83
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,

QS. Al Mu’minuun (23) : 41
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

QS. Al Ankabuut (29) : 40
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

QS. Al Hijr (15) : 73
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika Matahari akan terbit.

Dalam cerita itu, tergambar betapa suara yang yang terkonsentrasi dengan intensitas tinggi bisa menghasilkan energi dahsyat yang menghancurkan. Kekuatannya bisa mengalahkan energi ikat kimiawi yang ada pada benda-benda yang dikenainya. Bahkan mungkin, kalau dikonsentrasikan lebih fokus lagi, bisa mengalahkan energi ikat molekulernya. Benda-benda itu bukan hanya hancur menjadi serpihan, melainkan terburai menjadi molekul-molekul penyusunnya.

Nah, gelombang ‘Makna’ bisa memiliki energi yang jauh lebih besar dari gelombang suara. Kalau gelombang suara saja bisa menghancurkan benda dan mematikan makhluk hidup, maka energi yang muncul dari gelombang ‘makna’ bisa menghancurkan gunung dan menjadikan orang mati bisa bicara.

Kenapa bisa demikian? Sebab yang ‘diserang’ oleh gelombang makna bukan pada struktur benda atau material kimiawi atau fisiknya, melainkan pada substansi dasar yang tersimpan di balik struktur benda.

Pada benda mati, substansinya ada pada ‘sesuatu’ yang menjadi peralihan antara benda dan energi. Sedangkan pada makhluk hidup, substansinya berada pada program-program genetiknya.

Seperti pernah saya sampaikan sebelumnya, bahwa substansi dasar benda di alam semesta ini sebenarnya bukanlah materi atau energi. Melainkan ‘sesuatu’ yang menjembatani materi dan energi. Sampai sekarang, ‘sesuatu’ itu memang belum terdeteksi sempurna.

Tapi, kecurigaan ke arah itu semakin besar. Pada skala sub atomik, partikel-partikel penyusun benda menunjukkan ukuran yang semakin kecil, dan semakin kecil. Atom yang dulu dianggap sebagai bagian terkecil dari benda, ternyata juga tersusun dari puluhan bahkan ratusan partikel.

Dan menariknya, kini partikel-partikel itu juga diketahui tersusun dari sesuatu yang berukuran lebih kecil lagi yang disebut Quark, semacam pilinan energi. Mulai terungkap juga, bahwa Quark itu juga tersusun dari sesuatu yang lebih kecil lagi, dan seterusnya.

Pada suatu ketika partikel yang masih bersifat materi, tiba-tiba lenyap sifat materinya dan berubah menjadi energi. Di ‘peralihan’ itulah sebenarnya substansi dasar keberadaan segala sesuatu. Materi dan energi hanyalah sekadar penampakan dari ‘sesuatu’ itu. Kadang tampak sebagai materi, kadang tampak sebagai energi.

Nah, gelombang Makna bekerja pada ‘sesuatu’ yang berada di peralihan antara materi dan energi tersebut. Maka, energi ini sebenarnya memiliki potensi yang lebih dahsyat dibandingkan dengan energi nuklir. Sebab energi nuklir bekerja pada struktur inti atom, yaitu energi ikat antara partikel-partikel penyusun atom. Sedangkan energi Makna bekerja pada bagian yang lebih halus lagi yaitu penyusun partikel-partikel. Atau ‘penyusun’ energi-energi.

Sementara itu, pada makhluk hidup, energi Makna bekerja pada sistem pemrograman yang ada di dalam inti sel. Sistem pemrograman itulah yang menjadi inti dari kehidupan. Jika program di dalam inti selnya memerintahkan proses-proses yang mengarah pada kehidupan, maka makhluk yang sudah mati pun bakal hidup kembali. Sebaliknya, jika program tersebut memerintahkan terjadinya proses-proses yang mengarah pada kematian, maka makhluk hidup pun bakal mengalami kematian.

Hal ini dikemukakan oleh Allah di dalam berbagai firmanNya. Bahwa penciptaan segala sesuatu dimulai dengan perintah : ‘kun fayakun’ (jadi, maka jadilah). Artinya, segala sesuatu memang dimulai dari energi informasi atau energi Makna yang tersimpan di dalam Perintah itu. Energi Penciptaan yang demikian dashyat itu tersimpan di dalam Makna kalimat ‘kun fayakun’

QS. Al A’raaf (7) : S4
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

QS. Al Hajj (22) : 65
Apakah kamu tiada melihat bahwasannya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.

QS. Yasin (36) : 82
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka teriadilah ia.

Ayat yang terakhir ini, sangat jelas mengatakan bahwa jika Allah ‘Menghendaki’ sesuatu, maka Dia cukup memberikan PerintahNya dengan kalimat “Kun’ (jadilah), maka jadilah ia. Itulah inti utama dari seluruh pemrograman yang tersimpan di dalam inti sel makhluk hidup, maupun yang tersimpan di dalam inti atom berupa ‘sesuatu’ yang menjadi peralihan antara materi dan energi.

Coba ingat perkembangan terakhir dari penemuan Brain Computer Interface (BCI), bahwa seseorang bisa mengoperasikan peralatan-peralatan elektronik hanya dengan kehendaknya saja, lewat sebuah program-program komputer.

Dalam skala yang lebih besar, itulah yang terjadi dengan alam semesta, yang dikendalikan oleh Allah. KehendakNya berjalan lewat sebuah ‘Komputer’ berupa bahasa ‘Pemrograman’ yang tersimpan di bagian-bagian elementer penyusun benda dan makhluk hidup di sekitar kita …

Ketika pagi datang menyapa jendela rumah, aku menyempatkan mataku mengamati sekumpulan mawar di halaman. Mereka tampak ceria menyambut sinar sang Mentari yang enggan bersinar terang, dan memilih bermanja ria di balik kemelut awan.

Seperti saat-saat yang dirindukan, saat yang paling dinanti ketika hujan turun adalah beberapa kehangatan yang mampu menjaga mata tetap terjaga dari bisik rayu dingin. “…mari tidur sayang…”, sambil mencari-cari selimut. Bahkan lebih sempurna lagi dengan kehadiran sepotong guling, menambah riuh kemalasan diatas pembaringan.

Teringat aku pada beberapa bait sajak penantian, yang mana disana aku pernah menitipkan beberapa kata dalam ikatan cinta. Kata-kata itu seperti barisan luka, masih saja ada bekasnya. Bahkan ketika aku berusaha menutupinya, ternyata bekas itu masih terlihat dengan jelas ketika aku mengingatnya.

Berbicara dengan naluri mungkin bukan sebuah solusi. Tapi apakah akal sehat juga mampu menjelaskan dengan riangnya? Pesimisme otak kanan berkata, “…ah, memang sudah takdirnya kok…”. Lho, takdir itu kan pilihan yang dapat kita pilah-pilih berdasarkan kemauan di hati kita. Sampai bait terakhir dituliskan, tetap saja tidak ditemukan jawaban yang gamblang.

Sejenak kemudian aku bermetafora dengan mawar-mawar yang bermain dibawah asuhan gerimis-gerimis nakal. Sepertinya mawar-mawar itu sudah merindukan hujan-hujan itu dengan sangat. Sekumpulan neutron mencoba membuka kembali ingatan tentang fakta-fakta. Mencairkan cerita demi cerita, menggerakkan syaraf-syaraf kebahagiaan yang mulai muncul dalam senyum kecil.

Andai saja, hatiku seperti mawar itu, berkembang disaat ingin menunjukkan keindahan. Tak peduli, meskipun setelah itu hujan harus menghilangkan sari-sari yang telah disiapkannya untuk para kumbang. Kehangatan sentuhan sang kumbang pada akhirnya adalah sebuah kegagalan waktu saja. Karena waktu berbunga adalah saat yang paling dinanti, bukan hanya oleh penghisap madu. Saat berbunga adalah yang paling dinanti oleh mawar, setelah sekian lama menjadi tunas kuncup.

Di lain waktu, masih ada kesempatan untuk berbunga lagi.

Dan mungkin, ketika besok adalah masa berbunga, hujan akan menghapuskan semua mimpi kebersamaan. Tapi berbunga adalah waktu terindah untuk menjadi kekaguman bagi banyak mata yang merindukan keindahan lain selain kehidupannya sendiri.

Senyumku semakin lebar, saat menyadari mawar-mawar itu tetap berbunga dengan warna terbaiknya. Bahkan disaat orang-orang mulai enggan mendekati, ketakutan yang menghinggapi pikiran manusia adalah hujan itu air, menyebabkan basah. Padahal manusia tak dapat hidup tanpa air, lalu kenapa takut hujan? Berbuat dosakah dengan air? Atau berbuat dosakah pada hal-hal yang menyebabkan hujan?

Senyum sepertinya harus menemukan kenikmatan, saat menempelkan bibirku ke bibir gelas. Seruput teh manis hangat, membuyarkan semua lamunan dengan kesimpulan akhir yang dipenuhi tanda tanya.

Pernah mendengar syair lagu Ebiet G. Ade “..mungkin alam mulai enggan bersahabat dg kita..”. Sepintas mungkin kita berpikir apakah mungkin alam mempunyai pikiran, sehingga alam mempunyai rasa BOSAN. Akan tetapi jika kita baca kembali dalam Al-Qur-an dijelaskan bahwa seluruh alam ini senantiasa berzikir kepada Alloh SWT. Jika berpijak dari keterangan tersebut maka sangat dimungkinkan bagi gunung, laut, hutan dan tanah, untuk merasa bosan kepada manusia. Yang terus menerus merusaknya.

Suatu bukti lain yang patut kita renungkan adalah adanya perubahan bentuk dan struktur alam. Mungkin saja kan, ternyata selama ini kita tidak menyadari bahwa lingkungan hidup di sekitar kita, yang kita anggap tidak mempunyai RASA, ternyata adalah makhluk Tuhan yang sensitif.

Lihat saja munculnya penyakit baru, bukankah sebenarnya itu adalah hasil evolusi dari penyakit-penyakit yang sudah ada sebelumnya. Munculnya spesies baru, dan hilangnya beberapa spesies langka adalah suatu fenomena yang patut kita cermati sebagai sebuah PEMIKIRAN ALAM.

Yang menarik dari ilmu evolusi ini adalah prediksi akan hilangnya spesies manusia Albino. Menurut beberapa literature yang pernah saya baca, apabila seorang Albino melakukan asimilasi dengan non Albino, maka Albino tersebut akan hilang. Salah satu campuran yang sekarang sedang ngetop adalah Barack Obama. Bayangkan jika semua Albino melakukan asimilasi dg non Albino, maka jumlah Albino akan hilang dimuka bumi ini.

Gagalnya Hitler dalam melindungi bangsa Arya, bangsa yang Uber Alles itu akhirnya jumlahnya makin hari makin menurun. Beberapa negara di Eropa sangat khawatir dengan kondisi ini. Bahkan ada beberapa negara yg memberikan insentif bagi keluarga Albino yg mempunyai banyak anak.

Kembali pada persoalan “alam yang mulai bosan”, adanya kejenuhan dalam hierarki monopoli kekuasaan kaum Albino ternyata tidak hanya dirasakan oleh kelompok Non-Albino. Kelompok Albino juga merasakan adanya ketidakpercayaan dalam diri mereka tentang keberadaan dan status mereka dalam pergaulan antar ras.

Dalam hal ini mereka telah mencapai puncak peradabannya. Apakah mungkin pencapaian puncak beradaban berarti kemunduran?

Pertanyaan itu setidaknya akan mampu menjawab fenomena kehancuran ekonomi, dan fenomena anti rasial dan antiteis dalam masyarakat dunia belakangan ini.

Semua akan mencapai puncaknya, dan apabila telah sampai puncaknya, maka tunggulah saat turunya. Masih ingat kan? Bahwa Bumi dan seluruh planet di bumi ini berputar pada porosnya. Bahkan bumi dan planet lain bersama-sama berputar mengelilingi Matahari. Lalu ada satelit kecil yang selalu mengelilingi Bumi, kita mnegenalnya dg sebutan Bulan.

Semua pergerakan ini adalah sebuah rutinitas, bayangkan kalau rutinitasini mengalami kebosanan !

Itulah mungkin yang disebutkan dengan “..apabila matahari terbit dari barat..”, mungkin saja kan? Kenapa tidak.

dunia TIK endonesah semakin didesak untuk aplikatif, impulsi teknologi saat ini menjadi out of control. depkominfo sbg regulator sdh ketinggalan banyak langkah, para pakar nasionalis ditekan untuk bekerja lbh giat.
.itulah hasil kesimpulan rapat dg mereka…….
.
baru saja digulirkan pentingnya undang2 cybercrime, undang2 micropayment, undang2 e-govt, undang2 lain terkait TIK,… nasib bangsa proletar ini, selalu harus “aplikatif”.
sungguh ironi, satu sisi kita masih bicara “standar kita”, “rakyat kita”, satu sisi, desakan agar segera meratifikasi aturan2 yg mau-tidak-mau, kita hanyalah target konsumen !
.
kita cuma jd “konsumen terbesar nokia”, pdhal itu sdh dikurangi besarnya produk yg ilegal, masih terbesar ! kpn dong bangsa ini bisa berteriak lantang “milik kami” ??? kita ini cuma jd konsumen terbesar, diperas oleh ‘mereka’ !!! tetap bangsa “termiskin di dunia” !!!
.
udah rapat 7 hari 7 malam !

40 hari 40 malam !
.
jadi kpn dong “produk kita” bersuara ???
we can not stop the technology, we just can protect it, sir !!!

soe

orang-orang yang mati muda,
mereka puitis semua,
soe hok gie,
irzadi mirwan,
ada lg yg mati muda,
john ricky manik !
.
semuanya aktivis kampus,
dg kehidupan cinta yg ga jelas,
.
“nasib terbaik adalah tidak pernah dilahrikan, yang kedua adalah mati muda, dan yg tersial adalah berumur tua!” …
“sahabatku, kita telah sama-sama mengembara dari hati perawan sampai ke laut paling dalam, jika besook aku mati kutinggalkan dunia yang belum habis kucumbu rayu.”…
“proletar adalah mereka yg hari ini hidup bersama gue.”

perjalanan hidupku

July 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Wong Ndeso

Lukman Hakim Ch was born on 13th november 1979, di sebuah desa yang tenang di Mojokerto.

Hijriah

Arsip